Inilah Perbedaan Keramik Granit dan Marmer Untuk Bahan Finishing

Perbedaan keramik granit dan marmer sebagai penutup lantai atau dinding harus dikembalikan ke bahan dasar dan pengolahannya. Karena masing-masing dibuat dari bahan berbeda, buatan atau produk alam dan diolah dengan cara berbeda sesuai sifatnya sebelum akhirnya bisa digunakan oleh konsumen. Peruntukan dan perawatannya juga berbeda karena dipengaruhi oleh sifat dasarnya.

Daftar Baca Cepat :

Keramik

Perbedaan Keramik Granit dan Marmer

Bahan dasar keramik adalah dari tanah liat yang dibentuk, diberi warna atau motif kemudian dibakar pada suhu tinggi lalu diberikan lapisan. Lapisan ini yang akan menjadi wajahnya misalnya kilap atau warna atau motif kemudian akan dibakar lagi hingga siap digunakan. Proses pembakaran dilakukan beberapa kali agar menjadi keras dan kuat.

Sifat fisiknya memiliki warna khas tanah liat seperti merah kecoklatan atau beberapa variasinya tapi tidak mempengaruhi kualitasnya. Semuanya tergantung dari struktur kristal, komposisi kimiawi dan mineral bawaannya sendiri. Keramik memiliki banyak kelebihan yang menonjol, misalnya:

  • Memiliki alternatif warna, bentuk, motif dan ukuran yang sangat beragam.
  • Tahan air dan kelembaban dan mudah dibersihkan.
  • Harga lebih terjangkau.
  • Lebih mudah dikreasikan sesuai desain yang diinginkan.
  • Perawatan mudah.

Namun karena hasil olahan, maka keramik juga memiliki kekurangan yang harus dipertimbangkan saat membuat desain, seperti:

  • Tidak bisa menyerap panas.
  • Membutuhkan nat yang agak besar sehingga terlihat garis tegas antara kepingan.
  • Relatif mudah pecah atau patah.

Baca juga Dijamin Ampuh, Ini dia 4 Cara Mengelupas Cat Tembok, Anti gagal

Granit

Perbedaan keramik granit dan marmer terutama karena granit dan marmer adalah batu alam yang ditambang langsung, bukan buatan manusia. Granit terbentuk dari magma yang telah mengalami proses pendinginan, tekanan dan suhu tinggi. Karena keras maka cocok digunakan di area publik yang sering dilalui atau memiliki tingkat kesibukan tinggi.

Motif granit umumnya seperti bintik padat berwarna yang memiliki warna mencolok dan kuat. Umumnya dijual dalam bentuk slab berukuran 120 x 240 cm dengan ketebalan sekitar 1,8 cm. Namun kini granit sudah memiliki variasi ukuran dan motif dan dipadukan dengan marmer untuk menghasilkan hiasan tengah yang indah dan beraneka warna. Kelebihan granit adalah:

  • Tingkat kekerasan bahan tertinggi sehingga cocok digunakan di area yang tinggi aktivitasnya.
  • Juga bisa digunakan sebagai meja karena tahan gesekan, tahan air dan umumnya lebih tahan noda.
  • Tahan lama dan jarang rusak.
  • Jika warnanya agak memudar, bisa dipoles ulang agar kembali cerah sambil memberikan pelindungnya (coating).

Meskipun sebagai bahan dari alam granit memiliki keunggulannya sendiri, namun ternyata dalam pemakaiannya terdapat beberapa kekurangan seperti:

  • Karena berat dan padat, penggunaan sebagai penutup dinding harus diperhitungkan dengan hati-hati dan diberi pengaman agar tidak jatuh.
  • Warnanya cenderung padat dan agak gelap.
  • Jika digunakan sebagai meja harus diperhitungkan bahan penopangnya agar tidak roboh karena beratnya granit.

Baca juga Rekomendasi Jenis Jenis Lantai Rumah Terbaik dan Sesuai dengan Kebutuhan

Marmer

Seperti granit, marmer juga hasil buatan alam berbahan dasar kristal, mineral kalsit, sedikit kuarsa dan klorit yang mengalami proses metamorfosis akibat suhu dan tekanan. Dibandingkan dengan granit, marmer disebut lebih “lunak” dengan warna asli yang terang. Jika granit memiliki motif khas bintik padat warna dominan cenderung gelap, marmer malah sebaliknya.

Marmer memiliki warna dasar putih atau warna terang lainnya dengan motif urat berwarna. Penambangannya sama seperti granit dan umumnya juga disediakan dalam bentuk slab ukuran 120 x 240 cm dengan ketebalan 1,8 cm. Namun kini juga tersedia bentuk ukuran lebih kecil atau disesuaikan dengan desain yang dibuat,

Kesan mewah yang ditampilkan marmer membuatnya memiliki harga tinggi khususnya yang telah dibuat desain khusus seperti centerpiece. Kelebihan batu marmer lainnya adalah:

  • Menampilkan kesan mewah dan unik karena tidak ada satu slab-pun yang sama persis bentuk uratnya.
  • Juga bisa digunakan sebagai meja karena tahan gesekan, tahan air namun umumnya diberikan coating pelindung agar lebih tahan noda.
  • Tahan lama dan jarang rusak.
  • Jika warnanya agak memudar, bisa dipoles ulang agar kembali cerah sambil memberikan pelindungnya (coating).

Seperti granit, marmer juga memiliki keunggulannya sendiri, namun ternyata dalam pemakaiannya terdapat beberapa kekurangan seperti:

  • Karena berat dan padat, penggunaan sebagai penutup dinding harus diperhitungkan dengan hati-hati dan diberi pengaman agar tidak jatuh.
  • Jika digunakan sebagai meja harus diperhitungkan bahan penopangnya agar tidak roboh karena beratnya marmer dan memerlukan coating lebih tebal untuk menutup porinya.
  • Karena sifatnya lebih lunak daripada granit, marmer kurang cocok digunakan di area padat aktivitas.
  • Harganya paling tinggi dibandingkan granit dan keramik.

Demikianlah perbedaan keramik granit dan marmer dalam penampilan dan kekuatannya. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri, tinggal menyesuaikan dengan desain dan budget yang terkait untuk memberi penampilan yang berbeda.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2022 - BikinRumah.co.id